Mengapa Warna Bulan Menjadi Merah Saat Gerhana Bulan Total?

Beberapa saat yang lalu penduduk Bumi disuguhkan pemandangan gerhana bulan total yang merupakan gerhana bulan terlama pada abad ke-21. Hal ini terjadi karena pada gerhana bulan kali ini, bulan bergerak melewati bayangan tengah bumi yang merupakan titik bayangan paling lebar.
Gerhana bulan total merupakan fenomena alam yang terjadi karena posisi Matahari, Bumi dan Bulan berada pada satu gari lurus sehingga cahaya matahari yang biasanya dipantulkan oleh Bulan menjadi terhambat.

©flickr.com/photos/wladows

Setiap gerhana bulan total terjadi biasanya cahaya bulan berubah menjadi berwarna kemerah-merahan. Fenomena ini biasanya disebut sebagai Blood Moon atau bulan darah. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa setiap gerhana bulan total biasanya warna bulan menjadi merah atau kemerah-merahan? Hal ini terjadi dikarenakan oleh fenomena Rayleigh Scattering. Fenomena ini pula yang menjelaskan mengapa saat matahari tenggelam, warna sekitarnya menjadi kemerah-merahan atau fenomena lain seperti mengapa langit berwarna biru.

Walaupun sinar matahari sepertinya berwarna putih bagi mata biasa, sebenarnya itu merupakan gabungan dari berbagai warna yang berbeda. Warna-warna ini bisa terlihat saat melewati lensa prisma atau pada fenomena pelangi. Warna yang menuju spektrum merah mempunyai panjang gelombang yang lebih serta frekuensinya rendah dibanding warna yang menuju spektrum ungu yang mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek serta frekuensi tinggi.

Atmosfer Bumi juga berpengaruh. Udara yang mengelilingi Bumi terdiri dari jenis gas berbeda, tetesan air serta debu. Ketika cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, partikel cahaya menabrak partikel pada atmosfer yang mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek sehingga partikel cahaya tersebar pada arah yang berbeda. Tidak semua warna pada spektrum cahaya tersebar merata. Warna dengan panjang gelombang pendek seperti ungu dan biru tersebar lebih kuat sehingga cahaya tersebut hilang sebelum mencapai permukaan bulan saat gerhana bulan. Cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan jingga lolos melewati atmosfer bumi. Cahaya merah-jingga ini kemudian bengkok atau terpantulkan disekitar bumi, kemudian mencapai permukaan bulan sehingga bulan berwarna kemerah-merahan saat gerhana bulan. Warna merah pada fenomena ini kemudian terkenal sehingga istilah bulan darah atau Blood Moon menjadi populer.

Tidak semua warna bulan saat gerhana bulan berwarna merah dari awal sampai akhir. Kita mungkin bisa melihat warna biru atau biru kehijauan. Hal tersebut terjadi karena ozon pada lapisan atmosfer kadang menghamburkan cahaya merah dan membiarkan beberapa cahaya biru yang tidak tersaring lapisan atmosfer bumi lain untuk lewat.

Bulan bisa berwarna merah, jingga atau keemasan saat gerhana bulan terjadi tergantung kondisi atmosfer Bumi pada saat gerhana terjadi. Jumlah partikel debu, tetesan air, awan, dan kabut dapat memberi efek pada warna merah yang ditimbulkan. Abu dan debu vulkanik juga dapat membuat warna Bulan menjadi gelap saat gerhana terjadi.

Oh ya, jika kamu cukup beruntung menjadi astronot di Bulan, dan fenomena ini terjadi, kamu akan melihat cincin merah mengelilingi Bumi. Akibatnya, kamu akan melihat semua matahari terbit dan terbenam yang terjadi pada saat tertentu di Bumi! Wow

Sumber
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-44966681
https://en.wikipedia.org/wiki/Lunar_eclipse
https://www.timeanddate.com/eclipse/why-does-moon-look-red-lunar-eclipse.html

0 Response to "Mengapa Warna Bulan Menjadi Merah Saat Gerhana Bulan Total?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel