Mengapa Seharusnya Program Televisi Kita Berkualitas?
Maimon Herawati baru-baru ini membuat petisi online memboikot iklan Shopee yang diisi oleh personel girlband asal Korea BlackPink yang berhasil viral di kalangan netizen Indonesia. Petisi ini sendiri menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen Indonesia yang memang terkenal cerewetnya di media sosial seantero dunia. Sesuatu yang harusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih maksimal.
Membicarakan program televisi memang tidak ada habisnya. Kita punya "faksi" penentang keras tayangan atau tontonan era sekarang yang sepertinya dominan dan biasanya mengklaim berasal dari kaum "intelektual", di lain sisi program serupa terus tumbuh subur yang membuktikan bahwa program tersebut memang diminati oleh sebagian besar penonton. Pelaku bisnis tahu itu dan menikmatinya, tentu saja.
Isu ini akan semakin berat jika pembahasan terus dilanjutkan dari sudut pandang pro maupun kontra. Pembahasan dari sudut pandang yang baru dan unik sangat diperlukan dan tentu saja dari sudut pandang bagaimana sains melihat sebuah program televisi, mengapa seharusnya kita punya program televisi yang berkualitas.
Seperti diketahui bahwa pencarian kehidupan cerdas di alam semesta telah dan selalu menjadi ambisi untuk memuaskan rasa penasaran kita. Dari ilmuwan fisika hingga tukang parkir di sudut kota pada malam hari yang sedang memandangi langit. Mereka, kita semua penasaran. Tapi sayangnya, melihat riset bertahun-tahun tanpa hasil yang memuaskan tampaknya teknologi kita tak cukup maju menjangkau "mereka".
Alternatif lain adalah menunggu untuk kita ditemukan oleh mahluk cerdas lain yang punya teknologi berabad-abad (atau bahkan mungkin jutaan tahun) lebih maju dari kita. Terdengar pasif memang tapi tampaknya ini adalah harapan kita saat ini. Menunggu untuk ditemukan. Alternatif ini tentu saja menarik untuk dibahas.
Salah satu cara mereka menemukan kita tentu saja dengan mendengarkan kita menggunakan teleskop radio amat besar. Jika itu yang mereka lakukan maka kira-kira hasil yang akan mereka dapat adalah sekitar semiliar tahun lalu mereka hanya akan mendengar bunyi gangguan radio yang amat lemah dan putus-putus akibat kilat serta elektron dan proton yang terperangkap dan bersiul di dalam medan magnet bumi. Pada masa ini manusia belum ada.
Kemudian, kurang dari seabad lalu, gelombang radio yang meninggalkan Bumi menjadi lebih kuat dan keras, semakin tidak menyerupai derau dan lebih mirip sinyal. Saat ini manusia sudah ada dan telah mengenal komunikasi radio. Setelahnya makin banyak sekali radio internasional, televisi dan lalu lintas komunikasi radar.
Saat ini, menurut pengamatan mereka, Bumi merupakan objek paling terang jika dilihat dari teleskop radio akibat pancaran emisi radio dari Bumi yang semakin menguat. Lebih terang dari pada Planet Jupiter maupun Matahari. Melihat ini mereka pasti berpikir bahwa telah terjadi sesuatu yang menarik di sini, di Bumi.
Ukuran pancaran radio yang diproyeksikan ke langit jauh lebih besar dari pada ukuran planet, dan sebagian besar sinyal itu terus mengalun, dari tata surya menuju kedalaman antariksa ke antena sensitif yang mungkin sedang mendengarkan di salah satu sudut alam semesta.
Secara keseluruhan, sumber pancaran radio dari Bumi yang paling luas dan kentara adalah program televisi. Program-program televisi yang banyak kemudian bercampur aduk. Program-program ini pun mungkin dapat diurai oleh peradaban maju yang sedang mendengarkan kita melalui teleskop radio canggih. Hasilnya yang paling sering berulang adalah sinyal-sinyal pemancar stasiun televisi dan tidak ketinggalan iklan untuk membeli deterjen, deodoran, tablet obat sakit kepala, goyangan dangdut yang heboh, hingga tayangan reality show yang aneh.
Sinyal-sinyal selanjutnya berisi pidato perang dagang dari berbagai pemimpin dunia dan konflik di mana-mana yang mengancam eksistensi umat manusia. Sayangnya semua sinyal ini adalah pesan yang kita pilih untuk disiarkan ke seluruh alam semesta. Kita akan dianggap seperti apa oleh mereka yang mendengarkan?
Tidak mungkin menarik kembali sinyal yang terkirim dari program-program televisi kita. Tidak mungkin mengirim sinyal yang lebih cepat berisi pesan yang lebih baik untuk merevisi sinyal sebelumnya. Sinyal-sinyal tersebut memancar berbentuk bola melingkari Bumi yang kemudian bergerak dengan kecepatan cahaya ke seluruh alam semesta. Tidak ada yang bergerak lebih cepat dari cahaya.
Untungnya siaran televisi skala besar di Bumi baru dimulai akhir 1940-an hingga jaraknya baru sekitar beberapa puluh tahun cahaya dari Bumi. Seandainya peradaban lebih maju jaraknya lebih jauh, kita bisa bernapas lega sejenak. Bagaimanapun juga, kita hanya bisa berharap bahwa mereka tidak akan bisa memahami sinyal radio yang dikirim oleh program-program televisi tersebut.
Tugas kita sekarang adalah mengirim sinyal radio melalui program televisi yang lebih baik. Selain mendidik generasi penerus dengan program televisi tersebut, kita juga menyampaikan pesan ke alam semesta bahwa Bumi adalah tempat yang lebih baik. Dengan begitu kita mungkin bisa diperlakukan lebih ramah, jika mungkin suatu saat nanti mereka memutuskan berkunjung ke sini.
Melihat hal di atas, tampaknya tanggung jawab memilah program televisi yang berkualitas bukanlah hal remeh dan hanya tugas Indonesia saja. Terlepas dari batasan negara, ini memang adalah tanggung jawab kita bersama sebagai penghuni Planet Bumi demi memulihkan citra kita kepada tetangga-tetangga kita di lingkungan sosial bernama alam semesta.


0 Response to "Mengapa Seharusnya Program Televisi Kita Berkualitas?"
Post a Comment