Partikel Tuhan? What's That?
Bung Karno dalam pidatonya di Istana Negara bertanggal 12 Juni 1958, mengungkapkan betapa kagumnya dia kala menjadi mahasiswa Tecnische Hogeschool te Bandung (cikal bakal ITB) mendengar ceramah dua ilmuwan, Pannekoek dan Freundlich, mengenai atom.
Dari pada pusing membahas carut marut tentang "politik kecebong kampret", mari nimbrung di website ini untuk menambah wawasan kita!!
“Ilmu pengetahuan manusia dapat memecah zat, zat dipecah menjadi molekul-molekul, molekul dipecah lagi menjadi atom-atom. Tetapi di situlah, kata dua profesor ini, batas kecerdasan otak manusia, batas kemungkinan ilmu pasti,” kenang Soekarno pada 1920-an.
Dua puluh lima tahun kemudian, pandangan Soekarno soal batas kecerdasan otak manusia berubah. Ilmu fisika, yang mempelajari reaksi dalam level subatomik, telah memungkinkan bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki pada awal Agustus 1945.
.
Mencari Partikel Fundamental
Gagasan mengenai materi terkecil yang tidak lagi dapat dibagi telah menjadi misteri bagi manusia sejak lampau. Orang Yunani Kuno menyebutnya atom, sedangkan orang Arab menyebutnya zarah. Namun, jagat sains khususnya fisika sekarang tengah mengalami kegemparan karena penemuan partikel tuhan yang dianggap orang awam adalah partikel milik tuhan. Berikut pemaparan Lintasains yang dihimpun dari berbagai leiteratur.
Penemuan partikel Tuhan pada Selasa, 3 Juli 2012, menjadi tonggak sejarah perkembangan fisika partikel. Dampak bagi orang awam adalah tidak ada lagi penjelasan sederhana tentang komposisi atom. Sebuah atom selama ini dikenal memiliki komposisi yang terdiri dari proton (bermuatan positif), elektron (bermuatan negatif), dan neutron (bermuatan netral). Tapi kini ada lagi tambahan Higgs-Boson.
Apa itu Higgs-Boson?
Sebuah partikel yang membentuk sebuah obyek, baik itu molekul, sebutir apel, sebuah kereta, hingga sesosok manusia, dia adalah massa. Pada dasarnya partikel-partikel yang membentuk suatu atom memiliki sifat berbeda-beda. Salah satu partikel yang terpenting dan bersifat misterius adalah massa yang diungkap dalam teori Higgs-Boson.
Ihwal Nama "Partikel Tuhan"
Higgs-Boson menjadi salah satu partikel subatomik yang banyak menjadi bahan perbincangan. Partikel ini bahkan disebut sebagai partikel Tuhan oleh fisikawan Leon Lederman dalam The God Particle: If the Universe Is the Answer, What Is the Question? (1993).
Bagi Lederman, "Boson ini sangat penting bagi ilmu fisika saat ini, sangat penting bagi pemahaman mutakhir kita tentang struktur materi, namun sangat sulit dipahami."
Sebenarnya peletak dasar teori partikel Tuhan, yaitu Peter Higgs, menolak penamaan itu. Sebab pria 83 tahun itu adalah seorang ateis."Saya harus menjelaskan kepada orang-orang bahwa itu adalah sebuah lelucon," kata Higgs kepada The Guardian, "Saya ateis, tapi saya merasa tidak nyaman bermain dengan nama yang bisa menyinggung orang-orang religius". Jadi harus digaris bawahi bahwa sebenarnya tidak ada nuansa agama dalam partikel ini.
Meski penemunya tidak merasa cocok, toh kata 'Tuhan' itu membuat orang-orang penasaran dan kemudian mencari tahu lebih lanjut mengenai partikel Higgs di internet. Ketimbang mengetik 'Higgs boson', orang-orang cenderung mencari 'Partikel Tuhan' atau "God Particle" dalam mesin pencarian di internet.
Lederman juga menamai boson Higgs sebagai partikel Tuhan bukan karena ia religius. Tadinya, ia akan menamainya Goddamn Particle (Partikel Laknat), bukan God Particle. Mengapa laknat? Karena untuk mendeteksinya sungguh sulit.
Judul buku Lederman sedianya adalah "The Goddamn Particle." Namun, penerbit ternyata ogah dengan nama itu dan menyodorkan judul "The God Particle". Judul yang kemudian membangkitkan rasa penasaran orang.
Bagaimana orang awam bisa tahu bahwa "Partikel Tuhan" ini bukan penipuan?
Pertama, penemu partikel Tuhan, Badan Kajian Atom Eropa, CERN, memiliki dua tim independen (ATLAS dan CMS). Mereka melakukan percobaan yang sama, jadi data dapat saling uji dan verifikasi.
Kedua, hasil penelitian di-ranking dari nol hingga lima-sigma. Dua tim tersebut menyatakan data mereka menunjukkan dua level serupa yang membuktikan bahwa partikel Higgs-Boson itu ada. Temuan two-sigma itu bisa diterjemahkan bahwa 95 persen hasil percobaan bukan karena kebetulan statistik.
Lalu apa yang mungkin bisa dikembangkan dari teori ini? Apakah memungkinkan manusia bisa menghilang?
Secara teori, menurut fisikawan Universitas Negeri Arizona, Lawrence Krauss, mungkin. Tentunya jika ada perlakuan khusus yang bisa memanipulasi medan di sekitar partikel secara lokal. Maka bisa terjadi sebuah obyek menghilang, sehingga menjadi sebuah pengembangan senjata yang hebat atau trik sulap yang mencengangkan. Tapi, ingat, jika bisa menghilangkan, tentunya harus bisa mengembalikan seperti semula, yaitu memunculkan lagi.
Apakah mungkin juga untuk perjalanan menembus waktu?
"Tentu", kata Krauss. Jika medan partikel Higgs-Boson dimanipulasi dalam area yang besar sehingga memiliki energi, maka akan terjadi energi gravitasi yang repulsif. Akibatnya, wilayah-wilayah di alam semesta ini akan bergerak cepat dan memindahkan barang-barang lebih cepat ketimbang cahaya.
Lalu apakah penemuan ini berbahaya?
Nikolas Solomey, Direktur Kajian Fisika Universitas Negeri Wichita, mengatakan tidak ada bahayanya. Sebab, untuk membuat partikel Higgs-Boson, perlu sejumlah energi. Produksinya membutuhkan energi yang banyak dan sangat terkendali penggunaannya. Penemuan kemarin adalah partikel dasar, masih jauh dari apa yang dikhawatirkan menjadi sejumlah massa yang berbahaya.
Info perjalanan Partikel Tuhan bisa dilihat di Majalah Tempo:
1993
Peraih Nobel fisika, Leon Lederman, dalam buku The God Particle: If the Universe Is the Answer, What Is the Question? mengajukan istilah partikel Tuhan untuk partikel Higgs. Alasannya, partikel ini merupakan kunci untuk mempelajari materi yang ada di jagat raya tapi begitu sukar dipahami, seperti susahnya mengerti konsepsi Tuhan pada agama. Semula Lederman ingin memakai istilah "Goddamn Particle", partikel laknat, tapi disunting oleh penerbitnya.
1995
Menggunakan mesin Tevatron, para fisikawan di fasilitas Fermilab, Amerika Serikat, menemukan partikel paling berat, top quark, yang muncul hanya jika ada partikel Tuhan. Namun partikel Tuhan yang dicari tak kunjung ditemukan.
2001
European Organization for Nuclear Research (CERN) mengakhiri pencarian partikel Tuhan oleh mesin Large Electron-Positron Collider selama lima tahun. Kesimpulannya, tak ada partikel Tuhan pada energi di bawah 115 GeV.
2004
Mesin Tevatron Fermilab meneruskan usaha CERN. Mereka menemukan bahwa partikel Tuhan memiliki energi lebih besar dari 117 GeV.
2008
Fasilitas Large Hadron Collider (LHC) dioperasikan pada 10 September untuk mencari partikel Tuhan. Peristiwa ini dibayang-bayangi oleh ketakutan bahwa LHC akan menghasilkan lubang hitam mini yang bisa menelan bumi. Pencarian dihentikan sementara akibat kebocoran gas.
2009
LHC kembali beroperasi. Saat itu peluang Tevatron untuk menemukan Goddamn Particle--eh, God Particle--pada akhir 2010 mencapai 50 persen.
2010
Beredar rumor bahwa Tevatron sudah menemukan partikel Tuhan, tapi informasi ini dibantah pihak Fermilab.
2011
Detektor ATLAS dan CMS di LHC menangkap tanda keberadaan partikel Higgs di daerah energi 115-130 GeV dengan bukti kehadiran kuat pada energi 125 GeV. CERN menargetkan bisa menyimpulkan ada-tidaknya partikel Tuhan pada 2012.
4 Juli 2012
CERN mengumumkan penemuan partikel baru dengan energi sebesar 125 GeV oleh detektor ATLAS dan CMS dengan tingkat keyakinan sebagai partikel Tuhan mencapai 99,9999 persen.

0 Response to "Partikel Tuhan? What's That?"
Post a Comment